Meta

Sabtu, 11 Februari 2012

Photon 2011

Physics Competition (Photon) adalah kompetisi nasional dalam bidang fisika untuk pelajar SMP dan SMA yang diprakarsai oleh Departemen Pendidikan dan Penalaran BEMJ Fisika FMIPA UNESA. Semula kegiatan ini bernama Olimpiade Fisika, namun pada tahun ini namanya diubah menjadi Phisycs Competition yang disingkat Photon. Perubahan nama ini juga tidak hanya sekedar sensasi ingin berganti nama baru, tapi juga disertai dengan perkembangan baru. Setelah beberapa kali kegiatan ini dilaksanakan, baru tahun ini kegiatan ini berkembang dari yang semula hanya tingkat regional menjadi tingkat nasional.


Kegiatan bertemakan “ Physics For Never EndingChallenge “ ini bertujuan untuk memberi kontribusi sebagai ajang pengkader scientist–scientist muda Indonesia yang siap bersaing di tingkat internasional. Tahap awal peserta mengikuti babak penyisihan serempak pada tanggal 20 November 2011 di rayon masing-masing. Setelah itu mereka yang lolos akan bertanding lagi di babak semi final dan final pada tanggal 26-27 Nopember 2011 yang diselenggarakan di gedung c3 lt. 3 fisika, fmipa, unesa kampus ketintang.

Kegiatan yang diketuai oleh Dinar maftuh fajar angkatan 2009 ini sudah mulai direncanakan di awal masa bhakti, panitianya pun sudah mulai bekerja sejak 9 bulan sebelum hari H, yakni bulan Maret lalu. Di awal-awal persiapan tersebut, banyak hal yang mesti dilakukan sehingga memaksa beberapa panita untuk jarang pulang kampung ketika liburan tiba, diantaranya karena harus mencari sponsorship, mengurusi administrasi dan surat-menyurat, mengonsep kegiatan, membuat desain publikasi, dsb.

Setiap kegiatan yang dilaksanakan, tidak akan pernah luput dari goncangan dan cobaan yang bisa datang dari mana saja, begitu halnya dengan Photon. Dari awal direncanakannya Photon, sudah banyak pihak yang meragukan, Apakah Photon akan mampu menjangkau tingkat nasional? Masalah juga muncul ketika persiapan Photon, misalnya mulai dari keterbatasan dana, kesibukan jadwal kuliah, mendadak sakit, timbul konflik internal, dsb. Tapi keyakinan diri yang dimiliki menguatkan panitia untuk tetap percaya dan yakin bahwa Photon adalah acara yang lebih besar dari sebelumnya dan acara ini akan sukses.

Ketika berlangsungnya kegiatan juga tidak luput dari timbulnya masalah. Meski sudah di koordinasi ddengan baik, miskomunikasi antar rayon tetap saja masih terjadi. Saat pelaksanan semifinal dan final SMP, terjadi hal yang tidak diduga sebelumnya. terjadi pemadaman listrik di kampus dan daerah sekitarnya. Saat itu persiapan panitia selama 9 bulan terasa sia-sia. Semua orang hampir putus asa. Namun semua kesabaran dan pengorbanan yang telah dilakukan akhirnya terbayar sudah, semifinal dan final SMA dapat berjalan dengan lancar, acaranya berkesan dan mengagumkan.

Bannyak hal yang dapat diambil sebagai pengalaman dari pelaksanaan Photon, seperti perencanaan kegiatan yang lebih matang dengan mempertimbangkan hal-hal yang tidak terduga, percaya pada kemampuan tim serta tetap menjaga kekompakan panitia dalam menghadapi segala rintangan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More